" Tuna " berasal dari
perkataan Spanyol atún, dari bahasa Arab تن atau نون (tun/tunn),
dari bahasa Latin thunnus, dari bahasa Yunani θύννος (thynnos).
Tuna adalah ikan
laut yang terdiri dari beberapa spesies dari famili Scombridae, terutama genus Thunnus.
Ikan ini adalah perenang handal (pernah diukur mencapai 77 km/jam). Tidak
seperti kebanyakan ikan yang memiliki daging berwarna putih, daging tuna
berwarna merah muda sampai merah tua. Hal ini karena otot tuna lebih banyak
mengandung myoglobin dari pada ikan lainnya.
Beberapa spesies
tuna yang lebih besar, seperti tuna sirip biru (Thunnus thynnus), dapat
menaikkan suhu darahnya di atas suhu air dengan aktivitas ototnya. Hal ini
menyebabkan mereka dapat hidup di air yang lebih dingin dan dapat bertahan
dalam kondisi yang beragam. Kebanyakan bertubuh besar, tuna adalah ikan yang
memiliki nilai komersial tinggi.
Tuna memiliki bentuk
tubuh yang sedikit banyak mirip dengan torpedo, disebut fusiform,
sedikit memipih di sisi-sisinya dan dengan moncong meruncing. Sirip punggung (dorsal)
dua berkas, sirip punggung pertama berukuran relatif kecil dan terpisah dari
sirip punggung kedua. Di belakang sirip punggung dan sirip dubur (anal)
terdapat sederetan sirip-sirip kecil tambahan yang disebut finlet. Sirip
ekor bercabang dalam (bercagak) dengan jari-jari penyokong menutup seluruh
ujung hipural. Di kedua sisi batang ekor masing-masing terdapat dua lunas
samping berukuran kecil; yang pada beberapa spesiesnya mengapit satu lunas
samping yang lebih besar. Tubuh kebanyakan dengan wilayah barut badan (corselet),
yakni bagian di belakang kepala dan di sekitar sirip dada yang ditutupi oleh
sisik-sisik yang tebal dan agak besar. Bagian tubuh sisanya bersisik kecil atau
tanpa sisik. Tulang-tulang belakang (vertebrae) antara 31–66 buah.
Aspek yang luar
biasa dari fisiologi tuna adalah kemampuannya untuk menjaga suhu tubuh lebih
tinggi daripada suhu lingkungan. Sebagai contoh, tuna sirip biru dapat
mempertahankan suhu tubuh 75-95 °F (24-35 °C), dalam air dingin
bersuhu 43 °F (6 °C). Namun, tidak seperti makhluk endotermik seperti
mamalia dan burung, ikan tuna tidak dapat mempertahankan suhu dalam kisaran
yang relatif sempit.
Tuna mampu melakukan
hal tersebut dengan cara menghasilkan panas melalui proses metabolisme. Rete
mirabile, jalinan pembuluh vena dan arteri yang berada di pinggiran tubuh,
memindahkan panas dari darah vena ke darah arteri. Hal ini akan mengurangi
pendinginan permukaan tubuh dan menjaga otot tetap hangat. Ini menyebabkan tuna
mampu berenang lebih cepat dengan energi yang lebih sedikit.
Jenis-jenis tuna
1. Thunnus alalunga (Bonnaterre, 1788), tuna albakora, 105 sentimeter (41 in).
2. Thunnus albacares (Bonnaterre, 1788), madidihang atau tuna
jabrig.
3. Thunnus atlanticus (Lesson, 1831), tuna sirip hitam.
3. Thunnus atlanticus (Lesson, 1831), tuna sirip hitam.
4. Thunnus maccoyii (Castelnau, 1872), tatihu.
5. Thunnus obesus (Lowe, 1839), tuna mata besar.
6. Thunnus orientalis (Temminck & Schlegel, 1844), tuna sirip biru Pasifik.
7. Thunnus thynnus (Linnaeus, 1758), tuna sirip biru.
8. Thunnus tonggol (Bleeker, 1851), tongkol abu-abu.
9. Thunnus karasicus (Lesson, 1831), tuna karasik.
5. Thunnus obesus (Lowe, 1839), tuna mata besar.
6. Thunnus orientalis (Temminck & Schlegel, 1844), tuna sirip biru Pasifik.
7. Thunnus thynnus (Linnaeus, 1758), tuna sirip biru.
8. Thunnus tonggol (Bleeker, 1851), tongkol abu-abu.
9. Thunnus karasicus (Lesson, 1831), tuna karasik.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar