|
Lumba-lumba
bersisi putih Pasifik
|
||||||||||||
|
||||||||||||
Pikiran… tubuh… lelah… karena
rutinitas pekerjaan, aku ingin refreshing. Dan bukan suatu kebetulan ada
pentas
lumba-lumba yang diadakan di lapangan Atasan Jaya, Bogor. Pentas
lumba-lumba
ini di mulai dari tanggal 3 Maret 2011 hingga 3 April 2011. Aku sendiri
belum
pernah lihat pentas lumba-lumba dan sangat ingin melihatnya dari dekat.
Sebelum pentas, pertunjukkan diawali
oleh pentas sang burung kakatua putih yang berasal dari Papua. Hm… dia
tenyata punya nama, namanya adalah Siti… Siti Marfuatun Purwaningsih
Segar Mewangi Sepanjang Hari Smilikiti Weleh-weleh (ini sih kata pengisi suara
di pentasnya^^). Si Kakatua putih ini dengan lihainya melakukan atraksi mulai
dari memberi salam hingga menabung, dan lainnya. Kemudian berlanjut pentas
pasangan linsang (jantan dan betina). Mereka lihai sekali melakukan atraksi,
ditunjang dengan postur tubuhnya yang ramping dan atraktif. Bersepeda..menjual
bakso..menangkap bola..membuang sampah pada tempatnya..dan masih banyak
lainnya. Pertunjukkan berlanjut dengan beruang madu yang lucu, eits tapi dia
sangat berbahaya lho…
Setelah tiga pentas awalan, akhirnya yang ditunggu-tunggu datang juga. Pentas
Lumba-Lumba…
SubhanaAllah…
melihat hewan yang menempati
urutan ke-4 tingkat intelegensia pada strata kingdom
Animalia ini.
Lumba-lumba bukan ikan!!! Juga paus
bukan ikan!!! Ingat baik-baik ya teman. Lumba-lumba adalah mamalia laut dan
jangan disebut sebagai ikan lumba-lumba (karena sebutan ikan lumba-lumba SALAH
BESAR). Terdapat lebih dari 40 jenis lumba-lumba di dunia ini. Di perairan
Indonesia sendiri terdapat 10 jenis lumba-lumba yang tersebar pada perairan
yang berbeda:
1. Lumba-lumba hidung botol (Tursiop truncatus, Montagus 1821)
2. Lumba-lumba totol (Stenella attenuate, Gray 1846)
3. Lumba-lumba paruh panjang (Stenella longirostris, Gray 1828)
4. Lumba-lumba bergaris (Stenella coeruleoalba, Meyen 1833)
5. Lumba-lumba biasa (Delphinus delphis, Linnaeus 1758)
6. Lumba-lumba fraser (Lagenodelphis hosei, Faser 1758)
7. Lumba-lumba putih cina (Sausa chinensis, Osbeck 1765)
8. Lumba-lumba gigi kasar (Steno bredanensis, Lesson 1828)
9. Lumba-lumba abu-abu (Grampus griseus, Cuvier 1812)
10. Lumba-lumba Pesut (Orcella
brevirortris, Gray 1866)
Kita liat sama-sama yuk jenis
lumba-lumba itu…
1. Tursiop truncatus
2. Stenella attenuate
10.
Orcella brevirortris (Luthu ya Orcella
brevirortris…^^)
Teman-teman…
Pentas lumba-lumba yang aku lihat
adalah dari jenis lumba-lumba hidung botol atau nama latinnya Tursiop
truncatus. Lumba-lumba ini memiliki kulit abu-abu sedikit gelap di bagian
atas dekat sirip belakang, berwarna terang bahkan hampir putih di sisi bawah
perut. Wajah lumba-lumba ini seperti terus tersenyum lho.. rahang yang
memanjang di bagian atas dan bawah yang menyebabkan hewan ini disebut
lumba-lumba hidung botol (bottlenose), meskipun lubang tempat bernapas
(blowhole) berada di bagian atas kepala. Panjang rata-rata hewan dewasa jenis
ini sekitar 2-4 meter dan beratnya 150-650 Kg dengan tubuh seperti torpedo atau
streamline dan hidrodinamis. Lumba-lumba jantannya lebih kurus dan
memiliki populasi yang lebih besar dibanding rata-rata populasi betina. Bagian
ujung (cuping ekor) dan sirip belakang disusun dari jaringan yang padat, tapi
tidak mengandung tulang atau otot. Hewan ini berenang melalui ujung ekor yang
bergerak ke atas ke bawah. Sirip dada (di bagian sisi tubuh) berfungsi sebagai
kemudi.
Tubuhnya stabil sekitar 37°C,
memiliki satu set gigi yang sama tanpa gigi seri (18-26 pasang gigi yang tegak
pada tiap rahang). Masa bunting setiap jenis lumba-lumba berbeda antara 10-12
bulan. Bayi lumba-lumba yang baru lahir memiliki panjang tubuh antara 75-120
cm. Makanan lumba-lumba adalah jenis-jenis ikan kecil dan bisa memakan 6 hingga
10 Kg setiap harinya. Lumba-lumba memiliki indera penglihatan dan penciuman
yang buruk sehingga kurang mendukung aktifitasnya. Sebagai gantinya,
lumba-lumba memiliki sistem sonar yang berfungsi untuk mengenal obyek dan
lokasi di dalam air (ekolokalisasi) menggunakan pancaran frekuensi suara.
Sasaran akan terdeteksi berdasarkan pantulan frekuensi yang diterima bagian
tertentu di bawah rahang bawah untuk diteruskan ke otak dibantu organ melon
yang berfungsi mengarahkan frekuensi yang sangat tinggi ke arah sasaran.
Frekuensi yang dipancarkan lebih luas dibandingkan manusia yaitu 750_300.000
getaran per-detik.











Tidak ada komentar:
Posting Komentar